Translate

Rabu, 16 September 2015

Hambalang perkuat SDM imbangi pembangunan fisik

UU Nomor 6 Tahun 2014 mengamanatkan kemudahan anggaran untuk membiayai proyek-proyek pembangunan di pedesaan. Keberhasilan pembangunan itu tak lepas dari kualitas SDM yang dimiliki desa. Karena itu perlu perimbangan pembangunan antara fisik dan material dengan mental dan spiritual.

HAMBALANG (Persbiro): Demikian terungkap dalam "Musyawarah Desa" (musdes) yang membahas perencanaan pembangunan untuk tahun anggaran 2016 di sini kemarin, 16/09/2015.

"Kita jangan melihat pembangunan itu dari sisi pekerjaan fisik semata. Mental dan spiritual juga termasuk dalam aspek pembangunan desa yang kita musyawarahkan hari ini," kata Kepala Desa Hambalang, Encep Dani saat membuka musdes.

Selain aparat desa, Musdes juga melibatkan sejumlah lembaga kunci kemasyarakatan desa seperti PKK, LPM, satgas siaga, Karang Taruna, MUI, pengelola BUMdes, tokoh masyarakat, dan para ketua RW dari 8 RW yang ada di Hambalang saat ini.

Dalam kesempatan itu, Encep Dani juga menekankan perlunya partisipasi warga untuk update data SISMIOP (Sistem Informasi & Manajeman Objek Pajak) yang menitikberatkan pada pemetaan zona nilai tanah dan Pajak Bumi & Bangunan (PBB).

"Pengukuran bisa kita telusuri dari SPPT induk atau girik  Apakah satu bidang tanah sudah terbagi semua terutama kepada para ahli waris. Tanah yang terjual ke pihak luar dan yang dibeli korporasi. Karena itu, tanah tersebut perlu diukur kembali agar kita bisa membuat pemetaan yang lebih akurat di SISMIOP," tutur Encep.

Terkait dengan kamarau panjang saat ini, Encep mengingatkan  perlu tidaknya dibuat sumur bor atau sumber air bersih lainnya, dan jangan semata bergantung pada kiriman air bersih semata.

"Musim kemarau ini saya harapkan warga Hambalang "ulah cicing wae" (jangan hanya berdiam diri saja, red). Air kiriman itu sifatnya hanya sementara. Jika perlu kita bikin sumur bor di sejumlah titik. Pengeboran air bersih ini harus tepat guna, agar anggaran yang ada tidak sia-sia," jelasnya.

Pada kesempatan sama, Sekretaris Desa Hambalang, Didi Suhendi, memaparkan seluk beluk Alokasi Dana Desa (ADD), Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD Desa) selama satu tahun, sumber anggaran dan cara pencairannya.

"Pada prinsipnya sekarang Desa diberi kewenangan lebih oleh Pusat untuk mengelola pemasukan dan pengeluaran anggarannya sendiri.   Nantinya SPJ (Surat Perintah Jalan)  boleh diteken semua Kasi dan Kaur. Bendahara hanya menangani uang masuk dan keluar saja. Pembuatan surat-surat keterangan tak boleh lagi dipungut biaya," papar Didi. 

Dalam musdes juga terungkap bahwa tingkat anak putus sekolah cukup tinggi. Karena itu, musdes melihat kehadiran SMK di Hambalang sejak Agustus lalu merupakan langkah positif dalam upaya peningkatan kualitas SDM setempat dan berharap ijin operasional sekolah tersebut cepat keluar, meskipun pengurusannya sekarang dipindah ke Provinsi dari sebelumnya cukup di tingkat Kabupaten.

Hasan Rasudi, Ketua RW 07 yang juga Kepala SMK Almurqonyah berharap dengan kehadiran SMK tersebut tingkat putus sekolah anak-anak di Hambalang bisa ditekan.

"Makanya kami berharap ijin operasional cepat keluar sehingga BOS bisa kita urus. Dengan begitu SMK dengan mengandalkan BOS sajapun sudah bisa survive. Jadi kita tak perlu menerapkan SPP tinggi seperti SMK lain pada umumnya. Karena, tingkat kemiskinan di Hambalang sangat tinggi," tutur Hasan.

Menurut Didi, tingkat kemiskinan merupakan salah satu faktor utama besar kecilnya desa menerima Dana Desa. 

"Kalau mau dapat Dana Desa yang lebih besar lagi, yuk rame-rame aja kita mengklaim keluarga miskin dan tak mampu," seloroh Didi yang langsung disambut ketawa hadirin.

Dalam musdes juga terungkap adanya kekhawatiran dari pihak MUI akan kemerosotan akidah di kalangan anak-anak muda. Hambalang yang selama ini terkenal sebagai desa yang relijius dan taat agama, mulai dirasuki anasir-anasir kemungkaran dari pihak luar. 

"Karena itu, pembangunan itu jangan hanya yang bersifat fisik. Ada juga yang non-fisik. Contoh, penerapan jam belajar di rumah. Tujuan utama pembangunan itu adalah memanusiawikan manusianya. Itu yang penting," papar Didi, Sekdes Hambalang.

Dari pihak Karang Taruna diusulkan agar lapangan bola yang ada dipercantik dengan adanya mess pemain, sehingga bisa disewakan ke klub-klub besar yang ada, paling tidak di Jawa Barat, sembari memperkenalkan bibit-bibit baru dari Hambalang kepada mereka.

Pada saat musdes berlangsung, sejumlah pekerja terlihat tengah mengerjakan pekerjaan pengelasan gawang sepakbola dari pipa baja (lihat gambar).

Musdes juga menekankan perlunya belajar memahami kewenangan yang ada sebagai konsekuensi dari amanat dan semangat UU No 6/2014 tersebut. (ac)


Kepala Desa Hambalang, Encep Dani (baju putih) membuka musyawarah desa (musdes) untuk tahun anggaran 2016

Sekretaris Desa Hambalang, Didi Suhendi (pegang mikrofon) sedang menyampaikan seluk beluk Dana Desa  dan tata kelola anggaran desa  (RKPdes).

Peserta musdes dari satu RW sedang menyampaika usulan untuk tahun anggaran 2016

Pada saat musdes berlangsung, sejumlah pekerja terlihat sedang menyiapan gawang untuk lapangan sepakbola dari tahun anggaran 2015.




Sabtu, 12 September 2015

PSI bantu orang baik terjun ke politik tanpa mahar

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan akan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi orang-orang baik dan bermoral tinggi di negeri ini untuk terjun ke dunia politik tanpa membayar mahar politik, sebagai bagian dari platform partai yang terbuka, bersih dan bebas dari unsur-unsur politik masa lalu.


Ketum parpol tercantik saat ini, Grace Natalie sedang diwawancarai seorang wartawan di sela -sela acara "Kopi Darat Relavan PSI Jabodetabek" Sabtu 12/9 di Sarinah, Jakarta.

Pengurus DPP dan sejumlah relawan terlibat asyik dalam diskusi kelompok mencari platfom partai yang cocok dengan kondisi Tanah Air saat ini.


Sekjen PSI Raja Juli Antoni tengah berdialog dengan beberapa sukarelawan untuk agenda media campaign
Sejumlah relawan memaparkan usul, konsep dan gagasan sebagai masukan untuk partai

Tanya jawab dengan relawan dalam sesi diskusi kelompok

JAKARTA (Persbiro): Demikian terungkap dalam acara "Kopi Darat Relavan PSI Jabodetabek" di sini Sabtu, 12/9 yang digelar di Demang Cafe & Lounge, Sarinah Thamrin dan dihadiri sekitar 100 orang relawan dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Menurut Ketua Umum PSI, Grace Natalie, partai baru itu sengaja hadir sebagai kendaraan politik bagi orang-orang baik dan bermoral tinggi untuk ikut terjun ke politik dan memperbaiki karut marut bangsa ini dari dalam.

"Kebanyakan warga masyarakat saat ini bersikap apatis dan tak percaya dengan partai politik terutama yang ada hubungannya dengan politik di masa lalu. Anak-anak muda sudah pada jenuh habis.Daripada kita protes dan bersorak di luar, sekarang kita terjun langsung ke kancah politik," kata Grace, yang pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa stasiun TV nasional itu.

Selain membuka diri untuk warganergara yang baik dan bermoral disertai track record yang bagus dan positif, lanjut Grace, PSI juga mengusung tema anak muda dan perempuan sebagai bagian dari visi dan misi partai.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni menegaskan, seleksi orang-orang baik di PSI sangat simpel.  Dalam proses rekrutmen caleg, misalnya PSI berpatokan kepada unsur "ketokohan lokal" dari yang bersangkutan didukung oleh track record yang baik.

"Kita nggak minta mahar politik seperti partai-partai lain. Itu pasti.  Yang penting, calon anggota yang ingin jadi caleg hendaklah memenuhi kriteria ketokohan lokal dan punya track record yang baik," kata Raja menjawab Persbiro.

Hal senada juga disampaikan Wakil Sekjen PSI, Satia Chandra Wiguna bahwa sebagai partai yang identik dengan partainya anak muda, untuk duduk di jajaran pengurus, calon anggota tidak boleh berumur lebih dari 45 tahun.

"Kita sudah punya cabang di 34 propinsi sebagai DPW (Dewan Pimpinan Wilayah). Yang mau kita kembangkan sekarang adalah dukungan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan," kata Satia kepada Persbiro

Dia menegaskan sebagai partai baru, PSI putus hubungan dengan partai-partai sebelumnya. Dan sebagai partai anak muda, di PSI tak akan ditemukan wajah-wajah lama yang identik dengan berbagai kasus korupsi dan penyimpangan. 

"Karena itu kami berani sesumbar kami ini partai bersih. Tak satupun dari kami yang pernah terjun ke politik sebelumnya. Dari sembilan orang pengurus (DPP), empat di antaranya adalah mantan wartawan, tiga mantan aktivis LSM dan dua dari firma hukum," jelas Satia.

Sebagai partai terbuka, kata Satia, PSI membuka diri seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung baik sebagai anggota maupun relawan lewat pendaftaran online di www.psi.id.

PSI berdiri pada 16 Nopember 2014 berdasarkan Akta Notaris Widyatmoko, SH Nomor 14 Tahun 2014 dan pada hari yang sama mengajukan secara resmi surat pendaftaran sebagai partai politik ke Kementrian Hukum dan HAM. (ac)


Link terkait:
Mahar politik membuat sepi daftar pilkada
http://news.metrotvnews.com/read/2015/08/01/417404/mahar-politik-membuat-sepi-daftar-pilkada

 Mahar politik ancam pilkada serentak
http://nasional.kompas.com/read/2015/07/29/14030431/Mahar.Politik.Ancam.Pilkada.Serentak.

 Mahar politik marak, ICW dorong Bawaslu bergerak
http://news.okezone.com/read/2015/08/12/337/1194943/mahar-politik-marak-icw-dorong-bawaslu-bergerak

Kamis, 10 September 2015

Samsung buatan Korea? Coba dibaca lagi...

Tak banyak yang berubah dari Jalan Camar yang terletak di sisi Jalan Raya Kranggan itu. Bedanya, sekarang di seberang jalan sudah ada pool taksi. Tidak sulit mencari Jalan Camar. Kalau dari arah Cibubur menuju Pondok Gede, posisi Jalan Camar berada di sebelah kanan, setelah Jalan Elang.

HAMBALANG (Persbiro): Hari itu saya diminta ke Jalan Camar untuk mengambil titipan teman alumni SMP, sebuah hape android merek Samsung Galaxy Star GT-S5282 dengan harapan saya bisa memonitor celoteh mereka di grup chatting Whatsapp (WA) yang lagi naik daun hari ini.

Hape merek Samsung terkenal awet dan relatif tahan. Anak saya sudah menggunakan Samsung Galaxy selama tiga tahun, dan tak pernah rusak sampai sekarang.

Kalau dipikir-pikir, begitulah tipikal orangtua. Biar dirinya pakai hape jadul dan murah asal anak remajanya bisa menikmati smart phone yang ia sukai. 

Sayangnya, ia dan teman-teman SMU nya lebih suka menggunakan BBM ketimbang WA untuk group chatting mereka. Sementara teman-teman alumni saya justru mulai meninggalkan BBM dan beralih ke WA.

Soal Samsung, selama ini kita mengenalnya sebagai produk buatan Korea. Tapi kalau dibaca dari manualnya, kelihatan bahwa hape smart phone itu diimpor oleh PT SEI yang berkantor di kawasan industri Cikarang, Bekasi. Dan, dibuat di Cina (lihat gambar). Artinya, Korea Selatan hanya pemegang merek & lisensi saja.


Samsung Galaxy Star saat dibongkar dari boksnya.

Tulisan di atas ada di bagian bawah dari boks

Minta tolong pada teman konter untuk mengaktifkan WA
Pada mulanya saya agak kelabakan juga mengoperasikan hape ini mengingat layarnya yang kecil tak kompatibel dengan mata minus plus pria 45 tahunan. Tapi namanya pemberian, alhamduillah. Butuh waktu 1-2 hari untuk penyesuaian teknis sampai semua aspek dari hape itu menjadi familiar untuk dioperasikan.

Bingo! Sekarang malah saya kagok memakai BBM dan lebih nyaman dengan WA. Persoalannya, apakah WA akan tetap gratis. Tidak seperti sebelumnya, 3 tahun lalu tatkala hape (Cina) saya diminta upgrade WA dan akun lantas hilang.

Tapi dari fakta yang berbicara, menurut situs statista.com, sepanjang September 2015 WA sudah digunakan oleh 900 juta pengguna dibanding 700 juta pada Januari 2015. Growth yang terbilang cepat, bukan?


Ali Cestar
Pemerhati aplikasi seluler, tinggal di Hambalang


Rabu, 09 September 2015

Cara cepat menguasai kosakata dalam bahasa asing

Kunci penguasaan bahasa asing, termasuk Bahasa Inggris adalah lewat penguasaan kosakata atau vocabulary, sering disingkat dengan vocab (baca: vokeb). Banyak pilihan dalam menguasai perbendaharaan kata dari bahasa asing. Salah satunya tentu dengan bantuan kamus.

Tapi, untuk anak usia sekolah, mulai dari pre-school (TK) sampai tingkat SMU, vokeb menjadi momok tersendiri. Karena itu diperlukan satu medium yang membuat kosakata menjadi satu permainan yang mengasyikkan. Salah satunya adalah lewat permainan scrabble.


Siswa SMK antusias belajar scrabble di pondok kediaman guru ektra kurikuler English Club mereka.

Tiap pelajar langsung demo sekaligus berkompetisi mengejar nilai tinggi.

Bercengkrama sembari berdiskusi tentang teknis permainan scrabble menjelang pulang.
Board game yang menggunakan huruf-huruf itu, disusun menjadi satu kata yang tidak bertentangan dengan jalur mendatar dan menurun di mana setiap kata yang dibuat memiliki nilai kredit tersendiri, tergantung penempatannya di atas board.

Kebetulan, saya diberi amanah untuk mengasuh mata pelajaran bahasa Inggris sekaligus menjadi pengasuh ekstra kurikuler untuk English Club di SMK Almurqoniyah, Citeureup. 

Karena mereka belum punya scrabble board-nya, terpaksa saya perkenalkan permainan itu lewat game yang ada di PC saya (lihat gambar) dengan harapan mereka tahu cara dan aturan permainannya.

Sekitar 14 siswa yang bergabung dalam English Club, mendatangi pondok kediaman saya untuk demo permainan scrabble tersebut. 

Setelah mengerti, pada pertemuan English Club berikutnya, mereka sudah harus membawa scrabble board sendiri paling tidak untuk dua kelompok harus ada 2 papan scrabble.

Cara ketiga adalah dengan mengindeks kata-kata sulit dari lirik lagu Barat. Paling tidak lima kata sulit harus dihapal tiap hari dari lirik lagu Barat yang mereka ketahui (hapal).

Ini mirip cara Bung Karno tatkala membebaskan musik Barat masuk ke Tanah Air tempo doeloe untuk menstimulasi program kecerdasan masyarakat terhadap dunia global.

Kamus, scrabble dan lirik lagu Barat, sejauh ini telah banyak berhasil. Ketiga tips itu layak untuk Anda coba jika Anda bermasalah dengan bahasa Inggris karena dianggap sulit, padahal mudah dan asyik.
 

Selamat mencoba !

Ali Cestar
Tenaga pendidik pada SMK Almurqoniyah, Citeureup
pemerhati dunia pendidikan berdomisili di Hambalang, Kab. Bogor



Jumat, 04 September 2015

Tren baru gaya hidup off the grid (OTG)

Pernah dengar seseorang atau keluarga yang menjalani gaya hidup off the grid? Dan, apa itu gaya hidup off the grid? Kenapa manfaatnya jauh lebih besar daripada mudharatnya? Artinya, gaya hidup off the grid layak dicoba oleh siapa saja yang menginginkan ketenangan, kemudahan dan kesehatan yang prima.

HAMBALANG (Persbiro): Secara harfiah, grid berarti jaringan listrik. Off the grid sama dengan lepas dari kebutuhan pemakaian listrik. Ini artinya, Anda tak perlu lagi menggunakan alat-alat terkait listrik mulai dari HP, mendengarkan radio, menonton televisi hingga menyetrika baju.

Wikipedia mendefinisikan gaya hidup off the grid sebagai, "The term off-the-grid (OTG) can refer to living in a self-sufficient manner without reliance on one or more public utilities.  Off-the-grid homes are autonomous; they do not rely on municipal water supply, sewer, natural gas, electrical power grid, or similar utility services."


Maksudnya, istilah off the grid (OTG) mengacu pada hidup dengan cara yang memadai tanpa bergantung pada utilitas publik termasuk PAM, gas, listrik dan pelayanan publik sejenisnya.

Sejumlah komunitas OTG mengartikan gaya hidup ini dengan 'back to free nature" atau kembali ke alam bebas. Ada juga yang mengartikannya sebagai "keluar dari jebakan peradaban modern."

Khusus untuk saya pribadi, OTG saya definisikan sebagai cara mudah untuk hidup efisien, bahagia dan sehat, keluar dari jebakan-jebakan modernisasi yang penuh dengan kepalsuan dan omong-kosong. Saya melihat pola hidup masyarakat moderen banyak dipengaruhi oleh hal-hal yang menghabiskan umur secara percuma.



Artinya, bagi saya OTG adalah cara menggunakan waktu atau umur yang tersisa dengan cara yang lebih optimal, terutama dari sisi spiritual. Ya, OTG lebih kompatibel dengan sprititualitas yang memprioritaskan pembangunan mental spiritual, dibanding peradaban moderen yang sarat dengan pembangunan fisik.
 
Untuk mendapatkan gambaran lain dan perbandingan yang menjelaskan definisi utuh tentang gaya hidup off the grid, silakan googling gambar dengan kata kunci "living off the grid." Seperti kata jurnalis foto, satu gambar bisa menceritakan 1.000 kisah.

Berikut tips menjalani gaya hidup OTG yang pernah saya lakukan, yang barangkali bermanfaat bagi pembaca tentang plus minus gaya hidup seperti ini di tengah peradaban dunia yang semakin moderen (baca: tua) ini.



Sekilas tampak seperti orang gila. Tapi coba perhatikan lagi dengan lebih jeli. Di musim kemarau, Anda harus mengangkut air jernih untuk dimasak buat air minum, sembari membawa peralatan dapur yang kotor dan harus dicuci, sembari mandi. Lakukan semua hal itu sekali jalan! Hasilnya, ya seperti pada gambar di atas. Efisien dalam bawaan dan efisien dalam waktu. Ini juga bagian dari gaya hidup OTG.

Model hunian off the grid, idealnya pondok itu tanpa listrik. Tapi yang ini masih bergantung pada listrik karena dilengkapi token PLN. Namanya webmaster & editor, cari makannya pasti online karena pekerjaannya terkait dengan penggunaan PC (personal computer) atau kompie. Tapi, cita rasa yang didapat, back to free nature, kembali ke alam bebas, salah satu agenda utama dari dari gaya hidup OTG.

Air adalah sumber kehidupan. Anda harus selalu siap dengan kemungkinan terburuk dalam menjalani gaya hidup OTG, terutama di musim kemarau yang berlangsung lama belakangan ini. Gentong air dan jerigen jadi alat pertahanan utama.

Anda tak mesti punya mobil untuk memakai alas sandaran dengan kemampuan pijat, karena alas ini bisa dipasangkan di kursi kerja Anda di rumah, guna mencegah pegal-pegal dan salah urat saat bekerja duduk. Ini salah satu dampak tatkala profesi modern berhadapan dengan gaya hidup purba...!

Tenda kelambu merupakan pilihan jitu OTG, karena biasanya di alam atau lahan terbuka banyak berkeliaran nyamuk-nyamuk kebun yang akan mengganggu tidur nyenyak Anda. Meski tenda kelambu ini harganya jauh lebih mahal daripada kelambu biasa, tapi manfaat yang dirasakan cukup sepadan.

Menciptakan kenyamanan tidur itu bagian terpenting dari OTG dalam mencapai tiga agenda utamanya, yakni ketenangan jiwa, kebugaran jasmani dan pendalaman spiritual.

Ini adalah kombinasi antara camping dengan suluk yang biasa diamalkan oleh pengikut tarekat. Bedannya, suluk itu jauh dari kenyamanan, sementara OTG model ini mengutamakan kenyamanan, terutama saat beristirahat ketika shalat dan tidur.






Kesimpulannya, gaya hidup off the grid yang semula dimaksudkan sebagai pembebasan dari jebakan-jebakan moderen yang serba pamrih dan duit, kini telah berkembang menjadi gaya hidup yang tenang dan nyaman menikmati jernihnya mata air dan segarnya udara alam pedesaan.

Sayangnya, untuk bisa menjalani gaya hidup ini, mata pencarian Anda tidak boleh bergantung tempat dan waktu kerja. Langkanya tuh di sini...

Ali Cestar

Webmaster & Editor
pemerhati gaya hidup tinggal di Hambalang
0821-55315751








Rabu, 02 September 2015

Cara membuat lampu lilin dari barang bekas

Prinsip kerjanya seperti lampu minyak. Hanya saja, kalau lampu minyak menggunakan bahan yang mudah terbakar yakni minyak tanah, sementara lampu lilin menggunakan bahan minyak sayur alias minyak goreng bekas.

Untuk membuat lampu lilin, yang perlu disiapkan adalah barang-barang bekas pakai sebagai berikut::

1. Botol plastik 
2. Sumbu kompor
3. Pentil ban sepeda motor

Cara membuatnya (sesuai urutan gambar):


Lobangi tutup botal seukuran pentil. Sebelum dipasang, buang dulu pentil dalam, lalu masukkan sumbu kompor. Jangan lupa, mengencangkan baut pentil ke tutup botol

Basahi sumbu kompor dengan minyak sayur (goreng) bekas, pastikan semua bagian sumbu telah dibasahi dari ujung ke ujung, baik luar maupun dalam.

Isi botol dengan minyak goreng bekas sampai hampir penuh, dan biarkan beberapa menit agar minyak sayur mengalir ke serat-serat sumbu kompor.

Kemudian tutup botol dengan rapat. Meskipun lampu lilin berbahan bakar minyak sayur teerhitung aman, namun alangkah baiknya tutup botol dipastikan rapat.

Nyalakan sumbunya seperti Anda menyalakan liilin.

Lampu lilin siap digunakan. Habis gelap terbitlah terang.
Godambalang Agrokreasi
0821-55315751

Jumat, 28 Agustus 2015

Kisah nyata: hampir 20 tahun melawan jebakan farmasi



Di saat rakyat Indonesia merasakan 70 tahun kemerdekaan RI dengan berbagai kegiatan dan perlombaan, Alec justru tak leluasa bergerak ke mana-mana.

Pada hari itu, persendian jempol dan tumit kakinya terserang asam urat yang disertai pembengkakan. Sakitnya minta ampun!

Karena itu Alec bertekad, jika pulih ia akan  menuliskan pengalamannya berjuang melepaskan diri dari apa yang ia sebut lebih sebagai “pharmaceutical trap” ketimbang “ketergantungan obat” sebagaimana yang sering dipropagandakan oleh praktisi medis terutama untuk penyakit serius yang berkaitan jantung dan stroke seperti darah tinggi atau hipertensi.

Dengan harapan, jangan sampai ada lagi anggota masyarakat yang terjurumus ke dalam lobang jebakan yang sama, yakni “harus makan obat (kimia farmasi) seumur hidup” dengan dalih untuk meminimalkan risiko yang lebih besar seperti stroke, gagal ginjal, dan lain-lain.

Ketika naskah ini ditulis, Alec sudah bisa kembali berjalan , meski pada saat menapak masih terasa agak nyeri. Alec sempat dua minggu berjalan ngesot di dalam rumah menggunakan skateboard.

Sampai tetangga sempat memanggilnya dengan sebutan “Mister Ngesot.” (terinspirasi dari satu judul filem nasional yang sempat hits, “Suster Ngesot”)

Pada minggu ketiga Alec sudah bisa berjalan, meski dibantu sebilah kayu sebagai tongkat.

Saat ini Alec sudah mulai kembali berjalan tanpa tongkat, meski belum optimal seperti mengangkut jerigen dari mata air di dekat pondok yang ia huni, satu-satunya spot yang tetap mengalirkan air meski kemarau panjang.

Mata air yang juga jadi andalan warga se-RT saat selang-selang air mereka kering dan tidak mengalir.

Latar belakang

Bermula pada 1997 tatkala Alec tak bisa menatap layar monitor PC tempat ia bekeja dengan sempurna. Serasa, ratusan jarum halus menusuk-nusuk bola matanya. 


Tak nyaman dengan kondisi itu, iapun memeriksakan diri ke dokter praktek di belakang kantornya yang waktu itu berada di bilangan Slipi.

Kata dokter, Alec positif mengidap hipertensi dan jantungnya mulai membesar dan jika dibiarkan akan terjadi pembengkakan jantung yang serius dan membahayakan jiwa.

“Mulai detik ini bapak harus makan obat seumur hidup,” kata dokter berwajah oriental itu sembari menyerahkan sejumlah pil dalam bungkusan.

Makan obat seumur hidup? Vonis yang kedengarannya seperti petir di siang bolong. Maksudnya tentu baik, untuk meminimalkan risiko yang lebih besar dan membahayakan, yakni serangan jantung!

Pada hari itu juga Alec meluncur ke satu tempat di kawasan Petamburan, di mana dijual sepeda-sepeda sport bekas yang harganya miring. Sembari mengayuh sepeda pulang ke rumah, obat yang diberi dokter tadi, ia buang ke selokan.

Alec bertekad, akan mengganti keteledoran gaya hidupnya selama ini dengan rajin-rajin berolahraga, salah satunya dengan bersepeda, termasuk “bike to work.”

Tidak mudah menyusutkan badan yang kadung melar hingga 90-an kilogram ke berat ideal 65 kg. Setelah 10 tahun berkutat dengan olahraga sepeda, sepak bola dan badminton, bobot badan Alec akhirnya bisa menyusut hingga 78 kg. Dan, masih jauh dari ideal.

Sejak 2007, Alec menghentikan kegiatan sepakbola dan bersepedanya dan lebih banyak fokus ke badminton semata. Dan, alhamdulillah, ia sehat-sehat saja.

Hingga, 2013 ketika ia mulai melupakan pola makan dan gaya hidup yang sehat, hipertensi itu datang lagi. Kali ini dengan gejala yang berbeda, yakni sesak napas di bagian dada yang sangat mengganggu sekali.

Saat diperiksa ke klinik terdekat, tensi Alec tercatat 230 per 110. Dokter yang memeriksa sempat pucat-pasi dan segera membuat rujukan untuk dirawat di RS. “Buruan Pak ke rumah sakit, sebelum semaput di sini,” kata dokter wanita itu.

Butuh empat hari rawat inap untuk bisa menormalkan kembali tensi darah Alec. Sepulang dari RS, Alec berjalan oleng seperti terkena disorientasi. Seperrtinya, ia telah menjadi kelinci percobaan obat baru dari Sang Dokter.

Setelah seminggu di rumah, Alec kontrol lagi ke RS bersangkutan karena memang diharuskan oleh dokter yang bersangkutan.

Tatkala istrinya bertanya, “Kok suami saya jadi mengalami disorientasi gitu,. Dok?”  Sang Dokter dengan entengnya menjawab, “Salah obat, Buk. Obatnya nggak cocok sama dia.”

Meski dalam kondisi disorientasi, Alec sempat menyumpah dalam hati, dokter apa ini? Menjadikan pasiennya sendiri sebagai kelinci percobaan?

Akhirnya obatnya pun diganti dengan jenis generik.

Selang tiga bulan sejak pergantian obat paten ke obat generik, disorientasi Alec mulai hilang. Ia sudah mulai stabil, bahkan mengendarai sepeda motor ke seantero Kota Depok, aman-aman saja.

Sama dengan pesan dokter yang pertama pada 1997, dokter kali ini, kebetulan ia seorang ahli jantung dan psikiatris, juga mewajibkan “makan obat seumur hidup.”

“Tapi aman nggak Dok terhadap ginjal? Ada efek samping yang serius nggak?” tanya Alec saat kontrol di bulan ketiga.

“Sejauh ini sih aman-aman saja. Dibanding risikonya, rutin minum obat anti-hipertensi tetap yang paling dianjurkan,” katanya sembari menambahkan, setelah kontrol per 3 bulan, kontrol selanjutnya adalah per 6 bulan dan per tahun.

Pada saat itu, obat hipertensi yang dikonsumsi Alec sesuai resep dokter adalah, V-Bloc (obat paten dan mahal dan termasuk obat andalan RS dan Sang Dokter), Spirolonactone dan Amlodipine. Dua jenis terakhir adalah generik dan terbilang murah.

Lebih kurang selama tiga bulan Alec disiplin mengkonsumsi ketiga jenis obat itu. Pada bulan ke empat, V-Bloc mulai ditinggalkan karena sejak pindah ke Hambalang, obat paten itu sulit didapatkan di apotik-apotik terdekat.

Alhasil, selama satu tahun taktis Alec hanya mengandalkan Spirolonacton 25 mg (1 x sehari) dan Amlodipine 5 mg (2 x sehari). Dan selama itu, fisiknya bugar-bugar saja.

Apalagi sejak awal tahun 2015, Alec berhenti merokok, sehingga tingkat kebugaran tubuhnya berlipat ganda. Sampai ia berpikir untuk menghentikan saja konsumsi obat rutin tersebut. Namun untuk benar-benar berhenti, iapun tak berani.

Membawa air dengan jerigen dari mata air dengan rute menanjak, merupakan rutinitas sehari-hari untuk menjaga kebugaran jasmaniah, sebelum asam urat itu datang

Mendobrak mitos
 
Dalam kondisi dilematis, Ramadhan pun tiba. Saat yang tepat untuk refreshment jasmani dan rohani, batin Alec. Iapun bertekad ibadah yang ia jalani selama Ramadhan tahun ini harus jauh lebih dari tahun lalu.

Biasanya, keadaan seseorang setahun ke depan ditentukan dari kualitas ibadahnya selama Ramadhan. Harapan Alec, agar Tuhan memudahkan ia mencari jalan untuk mendobrak mitos yang menyebutkan bahwa penderita hipertensi harus makan obat (kimia farmasi) seumur hidup,

Hanya Tuhan yang berhak menilai kualitas ibadah hamba-hamba-Nya. Kita hanya bisa tahu output-nya dari tanda-tanda dan fenomena yang terjadi di sekitar kita sebagai jawaban atas doa.

Saat Lebaran di Sumedang kemarin, tanpa sengaja mata Alec tertumbuk pada buku yang tergeletak di lantai kamar (lihat gambar).

Judulnya cukup merangsang keingintahuan pembaca, “Air. Anda tidak sakit. Anda hanya kekurangan air.”

Sebuah karya anti-thesis melawan mitos-mitos yang berlaku dalam dunia kedokteran moderen dari seorang dokter terkemuka asal Iran & mendapat sambutan luas oleh publik di AS.

Penulisnya seorang dokter yang pernah ditugaskan di rumah-rumah tahanan untuk merawat para penghuni sel-sel panjara di Iran.

Jawaban itu akhirnya datang.

Dokter itu, lewat buku tersebut membantah bulat-bulat bahwa hipertensi esensial sebagai satu penyakit bawaan bahkan keturunan seperti anggapan paramedis selama ini. 

Menurutnya, hipertensi, apapun jenisnya, tak lain adalah salah satu bentuk efek dari dehidrasi (kekurangan air) pada tubuh.

Di sinilah nilai pendobrakan yang selama ini dicari-cari Alec. Ternyata obat hipertensi itu sendiri adalah kontradiksi dengan penyebab penyakit tersebut. Dokter yang mendobrak tradisi kedokteran itu sendiri.

Maksudnya begini. Obat farmasi bekerja menghambat masuknya air dan mineral ke dalam darah dan  mengarahkannya langsung ke saluran ekskresi (pembuangan). Cara ini di dunia medis disebut dengan diuretik.

Nah, apabila volume air dalam darah berkurang, kekuatan pempompaan (potential pumping) darahpun jadi melemah sehingga tekanan darah menurun.

Cara diuretik menggunakan obat kimia farmasi seperti itu dalam buku itu dinilai sebagai “solusi semu” karena tak menyentuh akar persoalan hipertensi itu sendiri, dan justru memperparah hipertensi itu sendiri untuk jangka lama, yakni karena dehidrasi pada dinding-dinding sel yang menyebabkan banyak sel-sel yang mati, bukannya ber regenerasi.

Menurut buku itu, dengan obat kimia farmasi, hipertensi tidak akan pernah bisa terobati, justru semakin menjadi-jadi dan lambat laun akan merusak ke sel-sel tubuh yang lain yang berkaitan, termasuk hati, ginjal, pankreas, paru-paru, dan lain-lain.

Sementara diuretik yang ditawarkan buku itu justru lebih alami, yakni dengan mengguyur (flush) dinding-dinding pembuluh darah hingga ginjal dan pencernaan dengan air putih (hanya air putih!) dan memastikan bahwa tidak ada sel-sel tubuh yang mengalami dehidrasi.

Selama ini kita menyangka bahwa salah satu gejala dehidrasi adalah rasa haus atau kering di bibir. Padahal, ketika rasa haus menyerang dan bibir terasa kering, tubuh sudah dehidrasi berlangsung cukup lama dan sejumlah sel sudah mulai mati.

Bagi Alec, solusi yang ditawarkan buku itu sangat masuk akal, Paling tidak, kalaupun harus mengkonsumsi obat kimia farmasi, minum air putih sebanyak mungkin bisa meminimalisir risiko obat farmasi seperti kerusakan pada ginjal.

Iseng berbuah bencana

Sepulang dari Sumedang, Alec sudah bertekad ingin menghentikan konsumsi obat-obatan hipertensi yang selama ini ia minum dan menggantinya dengan asupan air putih, kalau bisa yang tingkat basanya tinggi (alkaline), atau dikenal dengan sebutan Kangen (baca: "kan gen") Water, seperti yang diperkenalkan oleh seorang ipar.

Sebelum memutuskan berhenti total tak ada salahnya berkonsultasi dengan Sang Dokter, batin Alec,

Dan iapun kontrol ke RS yang sama setelah setahun tidak bertemu dengan dokter spesialis jantung dan psikiatris tersebut.

Setelah berdiskusi beberapa saat, termasuk perubahan kebugaran yang Alec rasakan sejak itu berhenti merokok, Sang Dokter, seperti biasa, meresepkan obat hipertensi.

Hanya saja, karena Alec sekarang tinggal cukup jauh dari perkotaan, obatnya diganti dengan yang sangat-sangat generik. 

Musibah itu bermula di sini. Ternyata salah satu obat generik tersebut membawa efek samping penumpukan asam urat.

Pada saat kontrol, dokter berpesan agar kembali kontrol seminggu lagi, a.l. untuk melihat efek obat pada pasien karena efek samping obat pada tiap orang berbeda-beda.

Alec sudah bertekad, apapun dalih kedokteran yang dipakai, ia  hanya akan meminum obat itu hanya sampai jumlah yang diresepkan (seminggu) habis.

Dari ketiga jenis obat hipertensi itu ada satu yang paling murah, dan sengaja dibeli agak lebih banyak, untuk pemakaian sebulan yaitu Hydrochlorothiazide atau lazim dikenal dengan HTC.

Artinya, Alec tetap ingin menghentikannya, tapi  secara bertahap.

Celakanya, HTC ini ternyata membawa efek samping berupa penumpukan asam urat yang juga bisa memberatkan kerja ginjal.   

Sayangnya, efek samping HTC ini tak banyak dipublikasikan baik dalam bentuk jurnal obat maupun testimoni pasien.

Atau, Sang Dokter sudah bisa membaca gelagat Alec untuk menghentikan pengobatan dan sengaja memberikan resep pamungkas yang membuat pasien terpaksa terus bolak-balik menjadi customer tetap rumah sakit.

Seperti prinsip bisnis berbasis jasa jaman sekarang, “Mempertahankan satu pelanggan yang sudah ada jauh lebih berharga daripada mencari 10 pelanggan baru.”

Whateva…

Memasuki minggu kedua,  dua obat generik yang pertama yakni Valsartan dan Propanolol sudah habis karena memang dibeli sesuai jumlah yang diresepkan, sementara HTC masih tetap jalan karena harganya jauh lebih murah dan belinya sengaja dilebihkan.

Menjelang akhir minggu kedua, gejala asam urat mulai terasa.

Saat shalat, jempol kaki sulit ditekuk dan terasa sakit jika dipaksakan. Makin lama makin merah, dan terjadi pembengkakan. Pada saat itu, Alec terpaksa berhenti mengambil air jernih pakai jerigen dari mata air, yang menjadi olahraga rutinnya sehari-hari.

Asam urat tak ada hubungan dengan urat. Ia adalah hasil terjemahan sesuai EYD dari uric acid, yaitu sejenis zat asam yang dihasilkan tubuh yang tidak bisa dicegah ginjal masuk ke pembuluh darah sehingga menumpuk di bagian persendian dalam bentuk kristal.

Kristalisasi asam urat itulah yang menyebabkan persendian menjadi merah, bengkak dan sakit sehingga sulit untuk digerakkan.

Dan jika dibiarkan, lambat laun akan memicu terjadinya pengapuran tulang (osteoporosis). Oleh karena itu, asam urat masuk kategori penyakit degeneratif.

Penyebab utama asam urat yang paling umum adalah jero-jeroan, gorengan dan makanan yang mengandung kacang-kacangan dalam jumlah yang melampaui kebutuhan tubuh.

Masalahnya, hampir dua tahun terakhir, Alec hampir tak pernah makan jeroan, gorengan sama sekali.

Bisa dipastikan, munculnya asam urat karena efek samping dari HTC, salah satu obat yang diresepkan Sang Dokter.

Pertanyaannya, mungkinkan seorang professional seperti ahli jantung tak tahu tentang efek samping dari obat yang ia resepkan? Atau ada maksud-maksud lain? Wallahu ‘alam.

Tapi yang jelas, kejadian itu memperkuat tekad Alec untuk berhenti total dari obat-obatan kimia farmasi yang selama ini ia konsumsi atas nama “dunia medis & kedokteran.”

Kehancuran bisnis farmasi

Menjelang akhir Agustus, Alec sudah hampir 3 minggu tidak mengkonsumsi obat-obatan kimia farmasi seperti yang ia rutinkan selama setahun sebelumnya.

Alhamdulillah, ia akhirnya bisa sembuh dari penyakit baru yang ditimbullkan oleh efek samping obat hipertensi yakni asam urat. Seperti kata seorang teman pemilik satu apotik, “ Obat farmasi itu menyembuhkan satu penyakit, tapi juga memunculkan penyakit-penyakit lain yang baru.”

Seorang mantan medical respresentative senior yang berputar haluan menjadi pedagang lontong sayur dan kebetulan menjadi langgganan makan malam Alec, menuturkan beberapa sebab obat farmasi itu berisko a.l. adalah

Di negara asal obat paten seperti AS, misalnya, obat dari bahan alami tidak bisa dipatenkan.

Alhasil perusahaan farmasi Paman Sam itu mencari akal yakni dengan memproduksi kandungan tiruan atau sintetis dari bahan-bahan alami yang diketahui berkhasiat obat. 

Nah, bahan-bahan sintetis itu pastilah membawa efek samping.

Ia mencontohkan Viagra yang pada mulanya merupakan hasil sitetis untuk obat hipertensi. 


Tapi karena efek sampingnya berupa pengerasan otot akibat melebarnya pembuluh darah, Viagra akhirnya dijadikan obat kejantanan pria.

Selain itu, kata seorang teman di Priok, saat ini di negara-negara maju mulai dikembangkan teknik self-healing, setiap jasmani manusia punya potensi untuk mengobati dirinya sendiri dari dalam.

Dalam dua dekade ke depan, industri farmasi diperkirakan akan kehilangan bisnisnya. 

Pesta pora kimia farmasi akan segera berakhir, seiring meningkatnya kesadaran publik untuk kembali ke alam asli, bukan sintetik.

Apalagi dengan hadirnya BPJS, ruang gerak para medrep semakin sempit dalam memasarkan produk-produk obat farmasinya, baik ke dokter langsung ataupun via RS.

Hari pertama serangan asam urat dimulai dengan terjadinya pembengkakan pada sendi jempol kaki kanan, sementara kaki kiri masih terasa  normal.

 

Kompres bagian yang sakit atau bengkak dengan handuk yang dicelupkan ke air panas, untuk meredakan nyeri atau senat-senut yang sangat mengganggu.

 

Bisa juga dengan merendam bagian yang terkena asam urat dengan air hangat


Menu selama masa pembersihan dalam, bawang putih, bawang merah, rebusan tempe dan sambel


Menu selama masa pembersihan (cleansing):  irisan tomat, cabe, daun pepaya, nasih putih, tempe


Menu selama cleansing period: nasi putih, rebusan daun pepaya, cabe hijau giling


Warna air seni selama cleansing period mirip air bir


Air seni mulai mengkristal setelah didiamkan dua hari


Volume air seni dalam semalam selama masa pembersihan


Tips Agustus Merdeka

Menjelang minggu terakhir bulan Agustus, Alec akhirnya sudah bisa berjalan, tanpa bantuan tongkat. Dan, bengkak di persendianpun sudah mulai kempes.

Tipsnya sederhana saja, minum air rebusan daun jeruk dan kadang daun salam setiap hari disertai dengan mengurangi makan, sehingga pada saat perut kosong, minum air putih sebanyaknya dan sebisanya.

Untuk tujuan dokumentasi, Alec tak lupa mengabadikan setiap perkembangan yang terjadi dari hari ke hari, termasuk memantau kualitas air seni (gambar).

Pada minggu pertama terserang asam urat, Alec terpaksa buang air kecil menggunakan botol air mineral. Jumlah yang terkumpul rata-rata dua botol air mineral ukuran besar tiap hari. Dengan volume ini, diuretika alami dianggap sukses.

Pernah suatu kali Alec sengaja mendiamkan air seninya selama dua hari di botol, air yang warnanya mirip minuman bir itu, sebahagian mulai mengkristal (gambar).

Itu juga menunjukkan bahwa diuretika menggunakan air daun jeruk telah  berhasil merontokkan sisa-sisa asam urat dari dalam tubuh dan membuangnya lewat saluran ekresi (kencing & BAB).

Selama fase pembersihan itu, Alec membatasi menu makanan ke sayuran hijau dan tanaman kaya vitamin C seperti cabe dan tomat.

Ini penting terutama di awal-awal serangan, terutama untuk mengurangi rasa sakit.

Vitamin C terkenal sebagai anti-oksidan paling bagus, dibanding jika Alec harus makan obat farmasi sekelas ibuprofen, misalnya,  hanya sekadar untuk penghilang rasa sakit.

Bagian yang bengkak atau sakit agar direndam dalam air hangan atau dikompres dengan air panas untuk meredakan senat-senut pada persendian. (lihat gambar).  

Dan jangan diurut, karena kristal pada persendian dikhawatirkan bisa melukai jaringan dalam kulit.

Cara di atas lebih baik daripada harus minum obat pereda asam urat itu sendiri seperti Allopurinol, pemberian teman medrep, yang hingga ia pulih obat itu tak pernah disentuh.

Prinsipnya sederhana, “Obat farmasi umumnya terbuat dari bahan sintetis kimiawi dan pasti membawa efek samping.”

Naskah ini ditulis pada 29 Agustus 2015, setelah hampir tiga minggu Alec terserang asam urat, mulai bisa kembali berjalan setelah melewati malam-malam yang penuh dengan senat-senut, kesakitan persendian yang luar biasa, buang air kecil & besar terpaksa dengan alat bantu.

Begitu tidak enaknya penyakit yang namanya asam urat itu, jangan sampai ada karib kerabat dan handai tolan yang mengalami hal serupa.  Dan kalau itu terjadi, ikuti saja tips pemulihan di atas. Dan, jangan lupa baca bukunya! 

Hambalang, 29 Agustus 2015

Ali Cestar
Testimonial sharing: 0821-55315751 (no SMS)